Iklan 4

Cara Budidaya Ikan Patin agar Cepat Besar di Kolam Tembok

  


Cara Budidaya Ikan Patin agar Cepat Besar di Kolam Tembok. Berikut tahapan penting cara budidaya ikan patin yang harus diperhatikan. Untuk Anda yang penasaran bagaimanakah tehnik budidaya patin di media tembok, kami bakal membagikan tahapan penting dalam ternak ikan patin untuk Anda di bawah ini:

Persiapan Kolam 

Untuk kamu baru menyiapkan cara budidaya ikan patin di kolam tembok, Kamu dapat pilih kolam baru maupun kolam lama. Untuk kolam baru sendiri tak ada kriteria spesial untuk dikerjakan. Sesaat pada kolam yang telah lama dipakai, ada banyak hal yang butuh di perhatikan yakni dari mulai pembersihan kolam dari beragam jenis kotoran, Anda dapat juga menyemprot tembok atau dinding kolam memakai larutan formalin yang telah digabung air. Lantas isi kolam di isi air pada ketinggian sampai 40 – 50 cm. Lalu tebarkan larutan berbentuk kalium permanganat dengan rata serta diamkan air kolam sampai 2-5 hari.

Penebaran Benih 

Tahapan Cara budidaya ikan patin di media tembok selanjutnya yaitu dengan tahapan penebaran benih. Pada tahapan itu butuh dihitung terlebih dulu padat dari tebar benihnya, yakni jumlah ikan patin yang bakal ditebar pada 1 m3 air. Ikan patin yang padat Anda dapat menyebar sejumlah 20-30 ekor ikan patin pada 1 m3 air. Mengenai langkahnya dengan mendiamkan benih dalam kantong plastik yang mengapung diatas permukaan air seputar 10 menit, lantas buka plastiknya lalu input air dari kolam pada kantong plastik tadi lewat perbandingan 0, 5 air kolam dengan 1 air dalam kantong plastik sampai 5 menit. Tahapan itu tidak lain juga sebagai sistem penyesuaian, sesudah 5 menit Anda dapat melepas benih menuju kolam.

Pemberian Pakan
Pada ikan berbobot tak kian lebih 200 gr setiap ekornya, kamu dapat memberi pakan dengan jumlah ukuran 3-5% pada keseluruhan berat ikan. Pakan dapat diberikan sejumlah 2 kali dalam satu hari, yaitu setiap pagi serta sore. Sesaat, pada berbobot sampai 200 gr lebih per ekornya, dapat memberi pakan sesuai sama ukuran seputar 1, 5 – 2 persen pada berat keseluruhan ikan dengan pemberian satu hari sekali di sore hari.

Perlakuan Terhadap Penyakit 
Tahap cara budidaya patin di media tembok selanjutnya yaitu dengan perlakuan serta pencegahan penyakit. Hal semacam ini sangatlah penting buat kelangsungan hidup patin. Untuk menghindar penyakit baiknya Anda melindungi keadaan air agar terus terbangun dengan baik. Buat patin dengan bobot dibawah 200 gram per ekornya, menambahkan serta pengurangan air baiknya dikerjakan sejumlah 2-3 minggu 1 kali. Sesaat untuk bobot ikan 200 gram lebih per ekornya dapat lakukan menambahkan serta pengurangan air seputar 7-10 hari dengan 1 kali.

Cara Pemanenan

Pemanenan patin itu dikerjakan dengan 2 bagian, yakni terbagi dalam panen seleksi dan panen keseluruhan. Panen seleksi itu lewat penentuan dijaring lalu diambil satu buat satu. Ikan dengan ukuran dan bobot yang sudah penuhi dimasukkan dalam keranjang supaya ditimbang. Sesaat ikan patin masih tetap belum penuhi ukuran serta bobot yang sesuai sama, jadi dikembalikan lagi ke kolam. Sesaat, panen keseluruhan umumnya lewat penjaringan ikan lalu dimasukkan pada keranjang lantas ditimbang.

Cara Budidaya Jamur Tiram Rumahan yang Menguntungkan


Cara Budidaya Jamur Tiram - Memilih bibit jamur tiram untuk dibudidayakan harus yang berkualitas Untuk pemilihan bibit jangan dianggap mudah begitu saja, karena dalam memilih bibit tidak boleh asa-asalan, harus betul – betul memiliki kualitas bagus agar nanti hasil budidaya akan maksimal. Banyak diantara petani jamur yg melakukan kesalahan karna tidak cermat dalam memilih bibit pada akhirnya menyebabkan miselium tidak tumbuh seperti di harapkan, hasil panen pun tidak maksimal. Untuk menghindari bibit yg berkualitas tidak bagus ada dua cara bisa kita lakukan, kita membuat sendiri membibitkan bibit murni hingga mendapatkan bibit F1, kedua, membeli bibit berkualiitas pada petani jamur yang jujur atau beli di instansi penyedia bibit dapat dipercaya.

Bagi anda yang ingin membeli bibit jamur tiram perhatikan hal-hal berikut ini:
  • Membeli dari instansi ternama serta memiliki sertifikasi atau mencari tahu kepada petani lain di mana penjualan bibit jamur tiram yg berkualitas dapat kita temukan.
  • Pilih bibit telah teruji, Untuk jamur tiram memiliki BER nya sekitar 75%.
  • Miselium berwarna putih dan telah tumbuh penuh merata dimedia tumbuh nya. Dikhawatirkan pada bagian tidak ditumbuhi miselium mudah terkontaminasi, bila tumbuhnya tidak merata.
  • Jangan lupa periksa tanggal pembuatan dan juga kadaluarsa.
  • Mencari informasi dari para petani jamur tiram yg sudah berhasil.
  • Media Tanam Untuk Budidaya Jamur Tiram
  • Media tanam yang biasa digunakan untuk jamur tiram terdiri dari beberapa bahan dikombinasikan menjadi satu yaitu: Serbuk kayu bekar gergaji sebanyak 80%, Bekatul sebanyak 10-15%,Kapur CaCo₃ sebanyak 3%, Dan Air kurang lebih 40-60%. 


Cara Membuat Baglognya 


Untuk membuat 100 media budidaya jamur tiram butuh 80 kg serbuk kayu bekas gergaji, 3 kg kapur, , 10-15 kg bekatul, semua bahan itu dicampur sampai keseluruhan merata, lalu kemudian tambah air sekitar 60% dari total keseluruhan bahan. Mengetahui media sudah tercampur secara merata dan baik, cara mengujinya apabila di genggam tidak mengeluarkan air serta apabila dilepas gengaman tidak pecah.

Fermentasi Media Tanam Budidaya Jamur Tiram
Fermentasi media tanam sangat penting dilakukan sebelum digunakan untuk menanam jamur tiram, cara fermentasinya didiamkan selama kira2 5-10 hari. Tujuannya agar terjadi proses pelapukan atau pengomposan pada matrial media tana tadi. Selama proses fermentasi berjalan suhu akan meningkat mencapai 70°C, selama itu pula dilakukan pembalikan bahan setiap harinya agar supaya proses pelapukan matrial bahan bisa merata disemua bagiannya. Selain untuk mempercepat pelapukan, fermentasi bertujuan juga untuk mematikan jamur liar yang nanti dapat mengganggu pertumbuhan jamur tiram. Bahan media siap digunakan ditandai dengan berubahnya warna baglog menjadi cokelat kehitaman.

Sterlisasi Media Tanam
Media tanam yang sudah difermentasi tadi dapat dimasukkan kedalam kantong plastic jenis polipropilen, kemudian dipadatkan hingga berbentuk seperti botol. Dibagian atas leher kantong plastic dipasang ring semacam cicin dari pipa kecil lalu disumbat menggunakan kapas, dan dipasang penutup baklog supaya air tidak masuk kedalam kantong pada saat pengukurannya. 

Proses sterilisasi dapat dilakukan jika bakglog telah siap, yakni dengan cara mengukusnya. Wadah pengukus paling sederhana dapat digunakan yaitu drum, dalam satu drum dapat memuat sekitar 60 baglog. Dengan memanfaatkan panas uap air suhu 95-110°C dalam waktu 8-10 jam akan membuat baklog jadi lebih steril. Ketika suhu pengukusan mencapai 100°C pertahankan selama kira2 5 jam. Waktu dibutuhkan mencapai suhu 100°C 3 jam,itu tergantung kestabilan api ditungku. Selanjutnya, wadah pengukus dibuka serta didiamkan selama 5 jam sampai suhu baglog kembali jadi normal. 

Proses Inokulasi

Baglog yang telah disterilisasi sebaiknya dipindah ketempat inokulasi sert didiamkan 24 jam untuk mengembalikan kesuhu normal kembali. Ruangan inokulasi keadaannya steril juga harus memiliki sirkulasi udara sangat baik. Penting dilakukan untuk meminimalisir tercemarnya baklog dari spora pathogen juga bakteri. Berikut tahap-tahap pengisisan bibit ke dalam bagloog.

Ambil botol bibit F3, semprotkan alcohol kebotol bibit tersebut. Kemudian panaskan sebentar mulut botol dengan api spiritus sampai sebagian kapas terbakar, matikan api membakar kapas tadi.
Setelah kapas penyumbat botol bibit dibuka, kemudian aduk menggunakan kawat benda lain yg sudah disterilkan diatas api sebelumnya.

Masukkan bibit dari botol kebaglog sampai leher bagloog menjadi penuh bibit, lalu tutup kembali dengan kapas, setiap balog diisi 10 gr bibit.

Proses Inkubasi
Inkubasi bertujuan agar bibit yg telah di inokulasi akan segera ditumbuhi miselium. Buat menunjang pertumbuhan miselium pada jamur tiram ruang inkubasi memiliki kelembapan 90-100%, suhu 24-29°C, cahaya 500-1.000 lux, dan sirkulasi udara 1-2 jam sekali. Sekitar dalam waktu 15-30 hari masa inkubasi, miselium sudah tumbuh hingga mencapai separuh bagian baglog. Apa bila miselium telah memenuhi baklog, itu tandanya baglog siap untuk dipindahkan ke rumah kumbung untuk di budidaya sampai panen. Namun, bilamana dalam waktu satu bulan jarak dari waktu inkubasi baglog tidak ditumbuhi misellium juga, proses inokulasi sebelumnya yang dilakuakn berarti gagal. 

Bila baglog telah dipindahkan di rumah kumbung dan telah dipenuhi misellium, potong plastik pada ujung balog, yakni dengan menggunakan silet steril. Lubang tersebut nanti akan menjadi tempat pertumbuhan tubuh jamur tiram. Bila bibit jamur tiram dibeli bibit F4, tidak perlu lagi melakukan tahapan penyiapan hingga masa inkubasi karena bibit F4 baklog bisa langsung ditempatkan di rumah produksi. Biasanya, tubuh jamur tiram akan terbentuk setelah 1sampai 2 bulan dari penempatan baglog di rumah kumbung. 

Dan perawtan terakhir menyiram atau menyemprot jamur tiram secara rutin sehari 3 kali. Rutinitas inilah membuat kualitas jamur baik atau tidak. Lalu setelah sekitar 1 sampai 2 bulan jamur tiram akan membesar dan dapat di panen. Panen jamur tiram tidak hanya sekali saja, bisa sampai 8 kali panen persatukali pembudidayaan. jika ingin kualitas jamur tiram baik dapat di siram dengan cucian air beras. 

Dengan langkah-langkah cara budidaya jamur tiram di rumah diatas, pastinya tidak sabar untuk menghitung berapa keuntungan didapat dari usaha budidaya jamur tiram di rumah ini. Itu lah paparan singkat cara budidaya jamur tiram di rumah untuk pemula bisa menjadi referensi anda.