Iklan 4

Cara Menanam Buah Naga


Cara menanam buah naga sangatlah mudah, tetapi banyak orang yang masih mengira bahwa menanam buah naga itu susah nya minta ampun, padahal berdasarkan pengalaman teman saya yang baru mulai mencoba menanam buah naga ini berhasil dikembangkan bahkan menghasilkan panen buah naga yang banyak yang dkira orang susah dalam menanamnya. Menurut seorang ahli dari pertanian bahwa buah naga  sangat cocok dengan kondisi iklim dan alam Indonesia. Tanaman ini tumbuh optimal pada ketinggian 0-350 meter dpl dengan curah hujan sekitar 720 mm per tahun. Suhu udara ideal bagi pertumbuhan buah naga berkisar 26-36 derajat celcius. Berikut langkah-langkah mudah dalam menanam buah naga.


1. Memilih bibit buah naga
Tanaman buah naga bisa diperbanyak dengan cara generatif dan vegetatif. Cara generatif yaitu memperbanyak tanaman dari biji. Benih diambil dengan cara mengeluarkan biji dari buah naga terpilih. Cara ini sedikit sulit dan biasanya dilakukan oleh para penangkar berpengalaman.

Cara vegetatif relatif lebih banyak dipakai karena lebih mudah. Budidaya buah naga dengan cara vegetatif lebih cepat menghasilkan buah. Selain itu, sifat-sifat tanaman induk bisa dipastikan menurun pada anaknya. Berikut ini langkah-langkah penyetekkan buah naga:
  • Penyetekkan dilakukan terhadap batang atau cabang tanaman yang pernah berbuah, setidaknya 3-4 kali. Hal ini berguna agar hasil setek bisa berproduksi lebih cepat dan produktivitasnya sudah ketahuan dari hasil buah terdahulu.
  • Pilih batang yang berdiameter setidaknya 8 cm, keras, tua, berwarna hijau kelabu dan sehat. Semakin besar diameter batang akan semakin baik, karena batang tersebut akan jadi batang utama tanaman.
  • Pemotongan dilakukan terhadap batang yang panjangnya sekitar 80-120 cm. Jangan dipotong semua, sisakan sekitar 20%, bagian yang 80% akan dijadikan calon bibit.
  • Potong-potong batang calon bibit dengan panjang sekitar 20-30 cm. Ujung bagian atas dipotong rata, sedangkan pangkal bawah yang akan ditancapkan ke tanah dipotong meruncing. Gunanya untuk merangsang pertumbuhan akar.
  • Potongan setek harus memiliki setidaknya 4 mata tunas. Panjang setek bisa lebih pendek namun konsekuensinya akan berpengaruh pada kecepatan berbuah.
  • Biarkan batang setek yang telah dipotong-potong tersebut hingga getahnya mengering. Apabila langsung ditanam getah yang masih basah bisa menyebabkan busuk batang. Untuk menghindari resiko serangan jamur batang setek bisa di celupkan pada larutan fungisida.
  • Siapkan bedengan atau polybag untuk menanam setek-setek tersebut. Untuk campuran tanah atau media tanamnya silahkan lihat cara membuat media persemaian.
  • Siram bedengan atau polybag yang telah diisi dengan media tanam. Kemudian tancapkan bagian yang runcing dari setek kedalam media tanam sedalam 5 cm.
  • Berikan naungan atau sungkup untuk melindungi setek tersebut. Lakukan penyiraman sebanyak 2-3 hari sekali.
  • Setelah 3 minggu, tunas pertama mulai tumbuh dan naungan atau sungkup harus dibuka agar bibit mendapatkan cahaya matahari penuh.
  • Pemeliharaan bibit biasanya berlangsung hingga 3 bulan. Pada umur ini tinggi bibit berkisar 50-80 cm.

2. Persiapan budidaya buah naga
Kebutuhan bibit cara menanam buah naga seluas satu hektar sekitar 6000-1000 bibit. Jumlah bibit yang diperlukan tergantung pada metode tanam dan pengaturan jarak tanam. Kali ini alamtani membahas metode budidaya buah naga dengan tiang panjat tunggal. Dengan sistem ini dibutuhkan tiang panjat sebanyak 1600 batang dengan kebutuhan bibit tanaman sebanyak 6400 bibit per hektar.

a. Pembuatan tiang panjat
Dalam budidaya buah naga tiang panjat sangat diperlukan untuk menopang tumbuhnya tanaman. Tiang panjat biasanya dibuat permanen dari beton. Bentuk tiangnya bisap pilar segi empat atau silinder dengan diameter sekitar 10-15 cm.

Tinggi tiang panjat untuk budidaya buah naga biasanya 2-2,5 meter. Tiang tersebut ditanam sedalam 50 cm agar kuat berdiri. Di ujung bagian atas diberikan penopang berupa batang kayu atau besi membentuk ‘+’. Kemudian tambahkan besi berbentuk lingkaran atau bisa juga ban motor bekas. Sehingga bagian ujung atasnya berbentuk seperti stir mobil.

BACA JUGA : Cara Menanam Jagung Manis

Buatlah tiang panjat tersebut secara berbaris, jarak tiang dalam satu baris 2,5 meter sedangkan jarak antar baris 3 meter. Jarak ini juga sekaligus menjadi jarak tanam. Di antara barisan buat saluran drainase sedalam 25 cm.

b. Pengolahan tanah
Setelah tiang panjat disiapkan, buatlah lubang tanam dengan ukuran 60×60 cm dengan kedalaman 25 cm. Posisi tiang panjat persis terletak ditengah-tengah lubang tanam tersebut.

Campurkan 10 kg pasir dengan tanah galian untuk menambah porositas tanah. Tambahkan pupuk kompos atau pupuk kandang yang telah matang sebanyak 10-20 kg. Tambahkan juga dolomit atau kapur pertanian sebanyak  300 gram, karena buah naga memerlukan banyak kalsium. Aduk bahan-bahan tersebut hingga merata.

Timbun kembali lubang tanam dengan campuran media di atas. Kemudian siram dengan air hingga basah tapi jangan sampai tergenang. Biarkan lubang tanam yang telah ditimbun kembali tersinari matahari dan mengering.

Setelah 2-3 hari, berikan pupuk TSP sebanyak 25 gram. Pemberian pupuk melingkari tiang panjat dengan jarak sekitar 10 cm dari tiang. Biarkan selama kurang lebih 1 hari. Kini lubang tanam siap untuk ditanami.

3. Penanaman bibit buah naga
Untuk satu tiang panjat dibutuhkan 4 bibit tanaman buah naga. Bibit ditanam mengitari tiang panjat, jarak antar tiang panjat dengan bibit tanaman sekitar 10 cm. Bibit dipindahkan dari bedeng penyemaian atau polybag. Gali tanah sedalam 10-15 cm, atau disesuaikan dengan ukuran bibit. Kemudian bibit diletakkan pada galian tersebut dan ditimbun dengan tanah sambil dipadatkan.

Setelah ke-4 bibit ditanam, ikat batang bibit tanaman tersebut sehingga menempel pada tiang panjat. Lakukan pengikatan setiap tanaman tumbuh menjulur sepanjang 20-30 cm. Pengikatan jangan terlalu kencang untuk memberi ruang gerak pertumbuhan tanaman dan agar tidak melukai batang.

4. Pemupukan dan perawatan
a. Pemupukan
Pada masa awal pertumbuhan pupuk yang dibutuhkan harus mengandung banyak unsur nitrogen (N). Pada fase berbunga atau berbuah gunakan pupuk yang banyak mengandung fosfor (P) dan kalium (K). Pemakaian urea tidak dianjurkan untuk memupuk buah naga, karena sering mengakibatkan busuk batang.

Pemupukan dengan pupuk kompos atau pupuk kandang dilakukan setiap 3 bulan sekali dengan dosis 5-10 kg per lubang tanam. Pada saat berbunga dan berbuah berikan pupuk tambahan NPK dan ZK masing-masing 50 dan 20 gram per lubang tanam. Pada tahun berikutnya perbanyak dosis pemberian pupuk sesuai dengan ukuran tanaman. Pupuk tambahan berupa pupuk organik cair, pupuk hayati atau hormon perangsang buah bisa diberikan untuk memaksimalkan hasil.

b. Penyiraman
Penyiraman bisa dilakukan dengan mengalirkan air pada parit-parit drainase. Selain itu juga bisa menggunakan gembor atau irigasi tetes. Sistem irigasi tetes lebih hemat air dan tenaga kerja namun perlu investasi yang cukup besar.

Penyiraman dengan parit drainase dilakukan dengan merendam parit selama kurang lebih 2 jam. Bila penyiraman dilakukan dengan gembor, setiap lubang tanam disiram dengan air sebanyak 4-5 liter. Frekuensi penyiraman 3 kali sehari di musim kering, atau sesuai dengan kondisi tanah.

Penyiraman bisa dikurangi atau dihentikan ketika tanaman mulai berbunga dan berbuah. Pengurangan atau penghentian penyiraman bertujuan untuk menekan pertumbuhan tunas baru sehingga pertumbuhan buah bisa maksimal. Penyiraman tetap dilakukan apabila tanah terlihat kering dan tanaman layu karena kurang air.

c. Pemangkasan
Terdapat setidaknya tiga tipe pemangkasan dalam budidaya buah naga, yakni pemangkasan untuk membentuk batang pokok, pemangkasan membentuk cabang produksi dan pemangkasan peremajaan.

Pemangkasan untuk membentuk batang pokok dilakukan pada batang bibit tanaman. Tanaman yang baik memiliki batang pokok yang panjang, besar dan kokoh. Untuk mendapatkan itu pilih tunas yang tumbuh di bagian paling atas batang awal. Tunas yang tumbuh dibawahnya sebaiknya dipotong saja.

Pemangkasan untuk membentuk cabang produksi dilakukan pada tunas yang tumbuh pada batang pokok. Pilihlah 3-4 tunas untuk ditumbuhkan. Nantinya tunas ini akan menjadi batang produksi dan tumbuh menjuntai ke bawah. Tunas yang ditumbuhkan sebaiknya yang ada di bagian atas, sekitar 30 cm dari ujung atas.

Pemangkasan peremajaan dilakukan terhadap cabang produksi yang kurang produktif. Biasanya sudah berbuah 3-4 kali. Hasil pangkasan peremajaan ini bisa dijadikan sumber bibit tanaman.

Hal yang perlu diperhatikan dalam pemangkasan adalah bentuk tanaman. Biasanya tanaman buah naga tumbuh tidak teratur. Upayakan agar tunas-tunas yang dipilih bisa membentuk tanaman dengan baik. Sehingga percabangan tidak terlalu rimbun dan batang yang ada dibawah tajuk bisa terkena sinar matahari dengan maksimal.

5. Panduan teknis Pemanenan 

Pemanenan
Tanaman buah naga berumur panjang. Siklus produktifnya bisa mencapai 15-20 tahun. Budidaya buah naga mulai berbuah untuk pertama kali pada bulan ke 10 hingga 12 terhitung setelah tanam. Namun apabila ukuran bibit tanamannya lebih kecil, panen pertamanya bisa mencapai 1,5-2 tahun terhitung setelah tanam. Produktivitas pada panen pertama biasanya tidak langsung optimal. Satu tanaman biasanya menghasilkan 1 kg buah. Dalam satu tiang panjat terdapat 4 tanaman. Berarti  dengan jumlah tonggal 1600 dalam satu hektar akan dihasilkan sekitar 6-7 ton buah naga sekali musim panen. Usaha budidaya buah naga yang sukses bisa menghasilkan lebih dari 50 ton buah per hektar per tahun. Ciri-ciri buah yang siap panen adalah kulitnya sudah mulai berwarna merah mengkilap. Jumbai buah berwarna kemerahan, warna hijaunya sudah mulai berkurang. Mahkota buah mengecil dan pangkal buah menguncup atau berkeriput. Ukuran buah membulat dengan berat sekitar 400-600 gram. Cara menanam buah naga ini sangatlah mudah dan bisa langsung dipraktekan khususnya bagi para pemula

Cara Menanam Jagung Manis


Jagung manis selain punya citarasa yang enak jagung manis juga  mengandung manfaat dan gizi untuk dikonsumsi. Jagung manis memiliki rasa lebih renyah dan ada sedikit perpaduan manis yang banyak disukai orang. Jagung manis juga mudah untuk dibudidayakan, jika anda tertarik dengan cara budidaya jagung manis, berikut merupakan langkah mudah yang dapat anda ikuti.

Untuk media budidaya jgung manis hampir sama dengan Cara Budidaya tanaman lainnya. Adapun hal yang harus anda perhatikan dalam cara budidaya jagung manis ketika mencari lokasi yang tepat dan setelah anda memilih lokasi anda sudah mulai bisa mempersiapkan media tanam :


  • Pastikan lokasi dekat dengan tempat tinggal anda sehingga mempermudah anda untuk pengecekan lahan dan tanaman nantinya.
  • Pastikan lokasi bebas dari berbagai macam limbah dan memiliki tanah bertekstur gembur dan subur.
  • Pastikan juga lokasi memiliki tanah lahan yang luas minimal seluas 3m x 3m hingga 5m x 5m dan tidak ternaungi oleh apapun, agar jagung manis yang anda tanam mendapatkan penyinaran cukup.
  • Langkah selanjutnya yaitu membuat lahan tanam sebagai media budidaya. Pertama buatlah patokan ataupun batas lahan tanam anda dan bersihkan lahan tanam dari batu kerikil ataupun rumput liar yang tumbuh.
  • Setelah itu anda bisa membajak tanah menggunakan cangkul hingga tanah lahan benar- benar memiliki tekstur tanah yang gembur dengan kedalaman hingga mencapai kurang lebih 30cm.
  • Ukur pH tanah, jika pH memiliki kadar keasaman tinggi, anda bisa melakukan pengapuran menggunakan dolmit hingga pH mencapai 6 hingga diatas 7.
  • setelah anda selesai melakukan pengapuran, selanjutnya anda juga harus melakukan pemupukan terlebih dahulu untuk memberi nutrisi tambahan pada tanah. Anda
  • anda bisa menggunakan berbagai macam jenis pupuk, akan lebih baik dan sehat jika anda menggunakan pupuk kandang ataupun kompos. Selain itu kedua jenis pupuk ini juga lebih ramah lingkungan sehingga tidak merubah tekstur tanah.
  • Buatlah gundukan panjang dangan jarak kurang lebih 1 meter setiap deretnya, anda bisa mulai mempersiapkan media tanam selama 2 minggu sebelum masa tanam tiba. 


Untuk mendapatkan hasil panen yang berkualitas baik, anda harus memilih bibit jagung yang baik pula. Untuk jagung manis sendiri ada beberapa jenis yang bisa anda pilih berbeda jika anda melakukan Cara Budidaya Jamur Kancing, jenis- jenis tersebut dibedakan dari banyaknya kandungan gula yang ada pada jagung manis.

Pilihlah bibit yang sesuai dengan keinginan anda, selain itu ada dua cara dalam mendapatkan bibit jagung manis :


  • Sebelumnya, perlu anda ketahui semakin banyak kandungan gula yang ada pada jagung manis maka rasanya akan semakin lunak dan manis. Sebaliknya jika anda memilih bibit dengan sedikit kandungan gula maka kandungan patinya lebih banyak sehingga rasanya tidak terlalu empuk, jagung manis jenis ini akan lebih baik jika digunakan sebagai bahan dasar tepung jagung.
  • Untuk bibit jagung, anda dapat membelinya secara langsung di toko ataupun di petaninya langsung. Akan lebih praktis jika anda membeli bibit yang siap tanam tanpa ada proses penyemaian benih.
  • Adapun cara ke dua yaitu dengan melakukan proses penyemaian benih jagung manis terlebih dahulu.
  • Caranya anda hanya perlu menyemaikan benih jagung manis pada media semai, tray yang sudah anda isi dengan tanah campuran pupuk. Adapun perbandingannya yaitu 2: 1.
  • Setelah benih bertunas, anda bisa memindahkannya ke dalam polibag ataupun pot- pot kecil dan lakukan proses perawatan berupa proses penyiraman dan pemupukan hingga tunas menjadi bibit dengan ketinggian kurang lebih 10 cm.


Pemindahan Bibit Jagung Manis
Langkah selanjutnya dalam cara budidaya jagung manis yaitu memindahkan bibit yang sudah layak untuk dibudidayakan. Adapun cara yang tepat agar bibit dapat tumbuh subur hingga panen nantinya :


  • Pertama, buatlah lubang tanam pada media budidaya dengan jarak sekitar 40 cm hingga 70cm tiap lubang tanam.
  • Untuk ukuran lubang tanam sendiri buatlah dengan diameter kurang lebih 10 cm dan kedalaman yang baik yaitu sekitar 10 hingga 20 cm.
  • Masukkan seetiap bibit ke dalam lubang tanam yang telah anda buat, untuk setiap lubang tanam anda hanya bisa mengisinya dengan satu buah bibit tanaman saja.
  • Setelah itu tutup lubang dengan tanah campuran pupuk dan sedikit padatkan agar bibit jagung anda dapat berdiri kokoh dan tidak mudah tumbang jika terkena air ataupun angin.


Adapun hal yang harus anda perhatikan dalam cara budidaya jagung manis yaitu ketika anda melakukan proses perawatan agar jagung manis anda tumbuh subur dan berbuah baik :


  • Anda harus rutin melakukan proses penyiraman, untuk proses penyiraman lakukan sebanyak 2 hingga 3 kali dalam sehari.
  • Selain itu anda juga harus melakukan penyiangan dan pemupukan, untuk penyiangan dan pemupukan bisa anda lakukan setiap 2 minggu sekali secara rutin.
  • Penting bagi anda untuk menjaga kebersihan dan kesehatan tanaman jagung manis anda agar tidak terserang hama dan penyakit. Anda bisa menyemprotkan pestisida secukupnya untuk mengatasi hama jagung manis.
  • Anda bisa memanen jagung manis jika jagung sudah siap panen dengan cirri buahnya yang berwarna kuning dan tangkai yang mulai layu.
  • Berikut merupakan informasi mengenai cara budidaya jagung manis yang dapat kami sampaikan, selain bisa dikonsumsi sendiri anda juga bisa menjualnya di pasar. Sehingga banyak sekali keuntungan yang bisa anda dapatkan. Selamat mencoba.

Cara Menanam Tomat



Cara menanam tomat sangat cukuplah mudah dalam memelihara dari mulai penyemaian benih sampai periode panen, karena tanaman tomat tersebut bisa di tanam dalam berbagai unsur tanah baik di dataran  rendah atau di dataran tinggi. Tanaman tomat ini biasanya ditanam pada suhu 20-27oC dengan curah hujan sekitar 750-1250 mg per tahun. Secara umum tomat dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian 0-1500 m dpl.Tanaman tomat ini banyak ditanam di berbagai negara selain mudah dalam menanamnya, yang paling penting dari khasiat buah tomatnya itu yang banyak manfaatnya bagi kehidupan manusia yang dibutuhkan oleh tubuh. Untuk itu wajib diketahui inilah cara mudah dalam menanam tanaman tomat.

Memilih benih tomat
Untuk memilih jenis tomat yang akan ditanam hendaknya sesuaikan dahulu dengan karateristik lokasi. Apabila kebun Anda berada di dataran tinggi pilihlah varietas yang cocok untuk dataran tinggi begitu juga sebaliknya.

Benih tomat bisa didapatkan dengan mudah diberbagai toko penyedia saprotan. Apabila Anda sulit mendapatkannya atau harganya terlalu mahal, kita bisa membuatnya sendiri. Caranya dengan menyeleksi buah tomat yang paling baik dari segi ukuran (besar) dan bentuk (tidak cacat).

Langahnya sebagai berikut, pilih buah tomat yang akan dijadikan benih. Kemudian biarkan buah tomat tersebut menua di pohon. Setelah cukup tua ambil bijinya dan bersihkan dari lendir yang menyelubunginya dengan air. Setelah itu rendam dalam air, pilih biji yang tenggelam. Kemudian lakukan seleksi sekali lagi terhadap biji tomat, pilih yang bentuknya sempurna (tidak cacat atau keriput). Setelah itu keringkan dengan dijemur dan simpan dalam wadah yang kering dan steril.

Penyemaian benih tomat
Sebelum ditanam secara luas, benih tomat sebaiknya disemaikan dahulu sampai memiliki daun dan batang yang cukup kuat. Penyemaian hendaknya dilakukan di atas media yang terpisah dengan penanaman masal. Lihat cara membuat media persemaian untuk tanaman hortikultura.

Untuk cara menanam tomat, sebaiknya pilih media persemaian dengan polybag. Hal ini untuk mengurangi resiko tanaman stres ketika dipindahkan. Namun persemaian polybag ini biayanya relatif lebih mahal. Apabila Anda memilih persemaian bedeng, hendaknya hati-hati saat mencabut dan memindahkan bibit. Lamanya penyemaian sampai tanaman siap dipindahkan sekitar 35-40 hari.

Tips untuk persemaian bedengan, buat larikan (garis) diatas media persemaian dengan jarak antar larik 5 cm dan kedalaman larik 1 cm. Kemudian taburkan benih dalam larikan, jangan sampai bertumpuk-tumpuk, sebaiknya jarak antar benih 2-3 cm. Kemudian tutup larikan dengan tanah dan siram secukupnya. Metode pemindahanbisa dilakukan dengan dua cara. Pertama dengan pencabutan, sebelum benih dicabut siram dengan air untuk melunakan media sehingga akar tidak putus ketika ditarik. Kedua, cara putar yaitu mengambil tanaman dengan tanah disekitarnya.

Tips untuk persemaian polybag/pot, setelah media persemaian dibuat lubangi permukaanya sedalam 1 cm. Kemudian bubuhkan biji tomat satu butir untuk setiap polybag, tutup dengan media tanam. Cara memindahkannya adalah dengan merobek atau melepas polybag/pot. Lalu masukkan tanaman beserta tanah yang terdapat di polybag/pot kedalam lubang tanam.

Pengolahan tanah
Tomat tumbuh baik pada tingkat keasaman tanah pH 5,5-7. Apabila tanah terlalu asam (<5,5), tambahkan dolomit atau kapur pertanian. Manfaat pengapuran selain menaikan pH tanah juga untuk memperbaiki struktur tanah. Dosisnya harus disesuaikan dengan tingkat pH tanah masing-masing.

Bajak atau cangkul tanah hingga gembur kemudian bentuk bedengan dengan ketinggian 30 cm, lebar 1 meter dan pajang mengikuti kontur lahan. Buat jarak antar bedeng selebar 30-40 cm. Kemudian diamkan tanah kira-kira satu minggu.

Setelah itu, berikan pupuk dasar berupa pupuk organik seperti pupuk kandang atau pupuk kompos sebanyak 20 ton per hektar. Aduk hingga merata diatas bedengan. Untuk memperkaya kandungan fosfor bisa ditambahkan pupuk TSP secukupnya (kira-kira 5 gram per tanaman). Untuk budidaya tomat organik, jangan ditambahkan pupuk kimia tapi pupuk dasar harus lebih banyak, kira-kira 30-40 ton per hektar.

Kemudian tutup bedengan dengan mulsa plastik, penutupan dengan mulsa sangat berguna terutama pada musim kemarau. Mulsa plastik berguna untuk mempertahankan kelembaban tanah, mengendalikan gulma dan agar buah tomat tetap bersih tidak menyentuh tanah. Biarkan kembali tanah selama satu minggu sebelum ditanami.

BACA JUGA : Cara Menanam Jagung Manis

Penanaman bibit tomat
Pertama-tama buat lubang tanam pada mulsa dengan diameter 5-7 cm. Dalam satu bedengan terdapat dua lajur lubang tanam, jarak antar lajur sebesar 70-80 cm dan jarak antar lubang dalam satu lajur 40-50 cm, kedalaman lubang tanam kira-kira 5-7 cm.

Setelah itu masukkan bibit siap tanam. Untuk bibit yang disemai dalam polybag atau pot, lepas terlebih dahulu wadahnya lalu masukkan semua media tanam tanpa mencabut akar tanaman. Kemudian tutup dan ratakan dengan tanah sekitar. Untuk bibit yang ditanam di persemaian bedeng, masukkan tanaman kemudian timbun dengan tanah bekas galian lubang. Ratakan dan siram dengan air untuk menjaga kelembabannya.

Pemeliharaan dan perawatan
Tanaman tomat cukup sensitif dan perlu perawatan yang intensif. Tanaman ini sangat rentan terhadap hama dan penyakit, terutama yang ditanam di dataran rendah. Setelah pemanenan, resiko kerusakan buah tomat masih tinggi sekitar 20-50%. Berikut beberapa perawatan penting apabila kita hendak melakukan cara menanam tomat .


Pemanenan budidaya tomat
Cara menanam tomat baru bisa dipanen 60-100 hari setelah tanam, tergantung dari varietasnya. Penentuan waktu panen berdasarkan umur tanaman kadang kala tidak efektif. Sebaiknya gunakan pengamatan fisik terhadap tanaman. Tanaman tomat sudah dikatakan siap panen apabila kulit buah berubah dari hijau menjadi kekuning-kuningan, bagian tepi daun menguning dan bagian batang mengering.

Pemetikan hendaknya dilakukan di pagi atau sore hari karena pada siang hari tanaman masih melakukan fotosintesis. Pada keadaan demikian penguapan sedang tingi-tingginya sehingga buah tomat yang dipetik akan cepat layu. Pemanenan bisa dilakukan setiap 2-3 hari sekali. Di Indonesia produktivitas tanaman tomat secara rata-rata mencapai 15,84 ton per hektar. Namun untuk varietas tertentu dan didaerah-daerah tertentu bisa mencapai 25-30 ton per hektar.