Iklan 4

Cara Membudidayakan Buah Plum di Indonesia

Iklan 2

TruebusNews - Perlu pohon pelindung agar plum tak lekas mati. Buah plum bukan tanaman asli Indonesia yang beriklim tropis. Kendati bukan buah asli Indonesia, tanaman ini tetap bisa dibudidayakan di Tanah Air. Hanya, ada beberapa hal yang penting untuk diperhatikan dalam budidaya plum, terutama di masa-masa awal.

Febriarso Wibowo, salah seorang pebudidaya plum asal Semarang, bilang hal utama yang perlu diperhatikan adalah masalah pecahayaan. Menurutnya, banyaknya cahaya yang diterima tanaman plum setiap hari sebaiknya hanya 70% dari sinar matahari yang ada.

Maka itu, usahakan tanaman jangan terpapar sinar matahari langsung. Jadi, perlu dibuat semacam penyaring. "Daun plum tidak kuat dengan sinar matahari penuh saat berfotosintesa," ujar Pria yang akrab disapa Febri ini.

BACA JUGA : Buah Termahal di Dunia

Jika tanaman terlalu banyak terkena panas, ia akan mati. Supaya tidak terkena sinar matahari langsung, perlu ditanam semacam pohon pengayom atau pohon inang di dekat tanaman plum.

Pohon inangnya bisa berupa pohon jati atau sengon. Penanaman pohon inang bisa dilakukan secara tumpang sari, sehingga satu lahan bisa menampung beberapa jenis tanaman.

Jika tanaman inang sudah siap, bibit plum bisa segera ditanam. Bila dibudidayakan di lahan, peru dibuatkan lubang penanaman dengan kedalaman 10 centimeter (cm) - 15 cm.
Sebelum memasukkan bibit, sebaiknya lubang diberi pupuk kandang alias pupuk kompos. Setelah itu, baru bibit dimasukkan. Jarak tanam antar bibit sebaiknya sekitar tiga meter.
Saat diameter pohon mencapai 5 cm - 10 cm, plum sudah mulai belajar berbuah. Namun, buah baru benar-benar bisa dipanen saat plum berusia sekitar tiga tahun. "Umur pohon plum biasanya lama, bisa sampai 10 tahun," tutur Febri. Setiap setahun sekali, buah pohon plum bisa dipanen.

Pebudidaya lainnya, Denny Adian di Bogor, Jawa Barat, menambahkan, tanaman plum bisa dikembangkan secara generatif (biji) dan vegetatif. Ia sendiri memilih mengembangkan tanaman ini secara vegetatif dengan metode cangkok.

BACA JUGA Cara Budidaya Lele agar Cepat Panen

Metode ini dipilih karena plum bisa lebih cepat berbuah. "Enam bulan sudah buah, kalau generatif dua tahun baru buah," katanya. Menurut Denny, pengembangan bibit plum secara cangkok tidak sulit.

Dengan metode ini, dalam waktu tiga bulan tunas sudah keluar dan sudah bisa dipindah ke dalam pot atau ditanam di lahan. Setelah ditanam, pupuk rutin diberikan tiga bulan sekali. Bila kemarau, perlu juga penyiraman sehari dua kali.

Sementara musim hujan tidak perlu disiram. Untuk hama, plum rentan diserang kutu daun. "Membasminya cukup dengan penyemprotan,"
Iklan 3