Iklan 4

Wow...Inilah Cara Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung


TRUEBUSNEWS – Cara Meningkatkan Produksi Telur Ayam Kampung. Kunci untuk menambah produksi telur ayam kampung terletak pada pemberian pakan yang cocok. Salah satu pakan racikan untuk pengganti pelet bisa kamu lihat di sini. Komposisi jantan serta betina dalam satu kandang juga bisa mempengaruhi produksi telur. Untuk lebih optimal sebainya kandang yang dipakai merupakan kandang bersekat, dimana setiap sekat maksimal dipelihara 1 ekor jantan serta 5 ekor betina.

Apabila kami membikin kandang yang luas serta mengisinya dengan pejantan ayam kampung serta induk dalam jumlah tak sedikit biasanya produksi telur tak bakal optimal. Faktor ini sebab diantara pejantan ayam kampung bakal terjadi persaingan (naluriah fauna jantan), biasanya hanya jantan penguasa saja yang bakal dominan meperbuat perkawinan. Faktor inilah yang tak jarang sekali diperhatikan oleh peternak kami di lapangang. Demikian tulisan pendek serta sederhana ini semoga bisa menolong bapak/ bunda dalam menambah produksi telur ayam kampung yang dijadikan usaha.

Untuk beternak ayam buras dengan cara intensif butuh sekali mengenal karakteristik ayam buras, yaitu :
  • pertumbuhan badan yang relatif lebih lambat daripada ayam ras.
  • lebih tahan kepada kondisi lingkungan yang berubah-ubah.
  • memiliki sifat mengeram yang tinggi
  • rata-rata masa kawin antara 14 hari
  • rata-rata masa bertelur dalam 14 – 21 hari.
  • 21 hari mengerami serta 60 – 90 hari masa mengasuh anak.
Trik Menambah Produksi Telur Ayam Kampung


Kunci mutlak intensifikasi merupakan pemeliharaan yang baik dalam setiap fase kehifupan ayam buras, yaitu :

1.Fase starter (0 – 5 minggu) disebut juga dengan masa brooding. Pada masa ini yang butuh diperhatikan merupakan ketebalan alas kandang minimal 5 – 10 cm, suhu ruangan wajib sesuai dengan kebutuhan ayam, yaitu kurang lebih 35 C, pakan wajib memenuhi kebutuhan nutrisi untuk pertumbuhan yang cepat dengan kadar protein minimal 23%, bentuk pakan merupakan butiran serta area pakan wajib menempati 25% dari area brooding. Butuh juga diperbuat seleksi kepada ayam yang tak lebih baik, dengan memperhatikan ciri-ciri DOC yang baik yaitu sehat, tubuh normal, berat minimal 30 – 35 gram, bulu kering, tak lengket, energik serta pusar menutup dengan sempurna. Fase ini sangat menentukan pertumbuhan pada fase berikutnya jadi sangatlah wajib diperhatikan.

2. Faser grower (5 – 23 minggu). Pada masa ini ayam mencapai usia dara bisa juga pejantan muda. Seleksi dara wajib diperbuat untuk menghapus ayam betina yang tak produktif jadi tak mengurangi efesiensi pakan. Fase ini kebutuhan nutrisinya juga wajib diperhatikan dengan kadar protein 20%.  Ciri-ciri ayam dara yang baik merupakan perawakan sehat, licnah, mata cerah, tubuh tak cacat, bentuk tubuh langsing. Sedangkan ciri-ciri pejantan yang baik merupakan perawakan sehat, badan kuat serta tegak agak panajang, tak cacat, capit urangrapat, paruh bersih, kaki kuat serta kering. Sebagai ukuran kesuksesan fase ini merupakan tercapainya beragt badan serta keseragaman yang baik serta memiliki koefisien variansi berat badan tak lebih dari 8%.

3. Fase Produksi (24 minggu hingga afkir). Pada fase ini yang wajib diperhatikan merupakan bagaimana mencapai produksi telur yang maksimal serta mempertahankannya. Berbagai faktor yang wajib diperlatikan merupakan pemberian pakan yang wajib memenuhi kebutuhan nutrisi ayam untuk nasib serta berproduksi maksimal dengan kadar protein kurang lebih 18%. Rasio antara jantan serta betina dalam satu folk juga wajib cocok, yaitu tak lebih dari 1 pejantan dengan 10 betina, serta optimalnya merupakan 1 banding 6, Pada masa ini butuh juga diberbagi suplemen nutrisi untuk menjaga kondisi ayam serta menjaga produktivitas telurnya. [kabartani]

Inilah Budidaya Kedelai Dilahan Pasang Surut


TRUEBUSNEWS – Pengembangan kedelai di lahan pasang surut hendaknya diarahkan pada lahan potensial dengan tipe luapan C (lahan tidak tergenang pada pasang besar, permukaan air tanah <50 cm) dan tipe luapan D (lahan tidak tergenang pada pasang besar, permukaan air tanah >50 cm).

Pengunaan Varietas Unggul Baru :
Varietas unggul baru seperti Anjasmoro, Agromulyo dan Tanggamus dapat digunakan karena berdaya hasil tinggi, tahan terhadap hama/penyakit utama dan toleran deraan lingkungan.

Pengunaan Benih Bermutu :
Benih bermutu dengan tingkat kemurnian daya tumbuh yang tinggi (>85%) direroleh dari benih berlabel yang sudah lulus proses sertifikasi. Benih bermutu akan menghasilkan bibit yang sehat dengan akar yang banyak.

Penyiapan Lahan :
Pengolahan lahan tidak diperlukan jika ditanam di lahan sawah, jerami padi dapat digunakan sebagai mulsa untuk menjaga kelembaban tanah/menekan pertumbuhan gulma.

Jerami padi dibabat, hamparkan, biarkan selama 2 minggu agar kering, selanjutnya lahan disemprot dengan herbisida.

Pembuatan Saluran Drainase :
Tanaman kedelai memerlukan air yang cukup dan tidak menghendaki kelebihan air/tanah becek selama pertumbuhan diperlukan saluran drainase untuk menjaga kelembaban tanah optimal dan mengalirkan kelebihan air pada saat pasang atau saat hujan.

Jarak antara saluran umumnya 5 – 10 m dengan lebar & kedalaman sekitar 30 cm.

Penanaman dan Populasi Tanaman :
  • Populasi tanaman berkisar antara 350.000 – 500.000 tanaman/ha, kebutuhan benih 40-60 kg/ha, tergantung ukuran biji.
  • Benih diperlakukan dengan insektisida berbahan aktif fipronil (Regent) untuk mencegah serangan lalat kacang.
  • Tanam dengan cara tugal 2-3 biji per lubang, jarak tanam 40 cm antar barisan, 15-20 cm dalam barisan.
  • Pada musim hujan gunakan jarak tanam lebar (40 x 20 cm), pada musim kemarau gunakan jarak tanam rapat (40×15 cm).

Ameliorasi Lahan :
Ameliorasi lahan dengan pemberian pupuk kandang 750 kg/ha yang dicampur rata dengan dolomit 1000 kg/ha (30% CaO, 18% MgO, 80 mess. Diberikan pada saat tanam dengan cara menutup lobang tanaman.

Pemupukan :
Pemupukan di berikan pada saat tanam berumur 15 hari dengan dosis 150 kg phonska/ha + 50 kg SP36/ha (setara 50 kg/ha Urea + 100 kg SP36/ha + 50 kg KCl/ha), setelah dicapur rata diberikan secara tugal di sebelah lubang tanam atau disebar merata pada saat tanah masih lembab.

Penyiangan :
Penyiangan dilakukan dua kali, penyiangan pertama dengan herbisida pada saat tanaman berumur 20 hari. Penyiangan kedua (jika diperlukan) secara manual saat tanaman berumur 40-45 hari.

Pengairan :
Pengairan diberikan secukupnya menjelang tanaman berbunga dan fase pengisian polong.

Pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman) Secara Terpadu:
Pengendalian OPT dilakukan bila terlihat gejala serangan H&P. Pengendalian hama secara terpadu.
  • Identifikasi jenis dan perhitungan kepadatan populasi hama.
  • Menentukan tingkat kerusakan tanaman.

Teknik pengendalian
  • Mengusahakan tanaman selalu sehat;
  • Penggunaan varietas tahan;
  • Pengendalian secara fisik dan mekanis;
  • Penggunaan pestisida kimia.
Pengendalian penyakit secara terpadu
  • Identifikasi jenis penyakit disebabkan oleh cendawan, bakteri, virus.
  • Menentukan tingkat kerusakan tanaman.


Teknik pengendalian
  • Pengendalian secara hayati
  • Penggunaan varietas tahan
  • Pengendalian secara fisik dan mekanis
  • Penggunaan pestisida kimia (fungisida, bakterisida, dll)

Panen dan Pascapanen :
  • Saat panen yang tepat akan menentukan mutu benih kedelai, dilakukan jika 95% polong tanaman telah berwarna coklat dan daun berwarna kuning/coklat dengan cara mencabut/memotong batang tanaman.
  • Brangkasan segera dikeringkan.
  • Setelah kering bijidi rontok secara manual atau dengan Tresher.
  • Benih yang sudah bersih disimpan pada kadar air yang aman (KA. 9-10%).

Demikianlah informasi mengenai Teknik Budidaya Kedelai Dilahan Pasang Surut, semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani sekalian. Terima kasih.

Sumber : Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi

Cara Memeram Buah Alpukat Agar Cepat Matang dan Tidak Busuk...Mantap


TRUEBUSNEWS – Alpukat merupakan salah satu buah favorit bagi masyarakat Indonesia. Betapa tidak, kandungan lemak yang terkandung didalam buah alpukat, sudah terbukti memiliki berbagai macam manfaat bagi kesehatan manusia. Tak heran banyak yang mengonsumsi buah alpukat untuk diet maupun digunakan sebagai campuran makanan maupun minuman, misalnya es campur.

Alpukat sendiri pada umumnya dijual dalam kondisi belum matang. Biasanya dulu, orang-orang memeram buah alpukat dengan cara menyimpan saja ditempat beras atau dibungkus dengan kain. Namun, tahukah anda? kebanyakan daging buah alpukat yang diperam bersama beras cenderung lebih mudah membusuk. Lalu, bagaimana caranya memeram buah alpukat yang belum matang agar bisa segera dikonsumsi?

Kali ini saya akan berikan beberapa tips terbaik memeram alpukat dengan cara yang sederhana dengan hasil yang memuaskan tanpa membusuk. Seperti apa? Yuk simak ulasannya di bawah ini.

1. Peram didalam kantong kertas warna cokelat
Masukkan buah alpukat mentah secara utuh, yang belum dipotong ke dalam kantong kertas berwarna cokelat. Kantong ini berfungsi untuk memerangkap gas etilen yang dihasilkan oleh alpukat yang akan mematangkannya dengan sendirinya. Pastikan kantong kertas tersebut tidak berlubang.

2. Tambahkan buah-buahan lain
Anda bisa menambahkan buah-buahan lain, seperti pisang, apel, atau tomat ke dalam kantong kertas cokelat tersebut. Pisang paling baik digunakan, tapi buah-buahan lainnya juga bisa digunakan. Namun jika tidak ada, tempatkan semua alpukat bersama-sama dalam kantong. Jadi buah-buahan tersebut dicampurkan bertujuan agar gas etilen yang dihasilkan jauh lebih banyak. Karena, semakin banyak gas etilen yang hasilkan, semakin cepat pula buahnya akan matang.

3. Simpan kantong tertutup pada suhu kamar
Jauhkan dari sinar matahari, suhu penyimpanan yang paling baik yaitu antara 18 hingga 24 °C. Jika Anda tidak menempatkan buah lain dalam kantong, biasanya, alpukat akan memakan waktu 2-5 hari untuk matang.

4. Periksa secara berkala
Buah lain yang ditambahkan akan mempercepat proses pematangan alpukat secara signifikan, dan dengan cara ini seharusnya alpukat akan matang dalam waktu 1 hingga 3 hari. Bila mudah dikupas, itu tandanya Alpukat Anda sudah matang dan siap untuk dikonsumsi, coba rasakan teksturnya dengan tangan Anda apakah sudah lunak karena terkadang sulit menentukan kematangan alpukat berdasarkan warna kulitnya.

Alpukat mentah akan terlihat hijau dan sangat menarik. Saat mulai matang, akan ada bercak keunguan atau kehitaman pada kulitnya (saat inilah Anda dapat menggunakannya dalam waktu sekitar 2 hari). Ketika sudah benar-benar siap makan, warna kulit alpukat akan menjadi hijau sangat gelap/kecokelatan. Alpukat yang sudah matang bisa bertahan lama jika disimpan dalam lemari es selama beberapa hari, tetapi akan kehilangan aroma dan rasanya seiring berjalannya waktu.

Itulah beberapa Cara Memeram Buah Alpukat Agar Cepat Matang dan Tidak Busuk, anda tertarik ingin mengikuti tipsnya? Selamat mencoba ya![kabartani]

Inilah Menanam Bawang Merah Secara Hidroponik


TRUEBUSNEWS - Bagaimana cara menanam bawang merah secara hidroponik? itulah yang akan kami bahas disini. Pada dasarnya, bawang merah merupakan salah satu jenis tanaman yang dapat tumbuh dengan baik, di dataran sedang maupun dataran rendah.

Dalam membudidayakan bawang merah, perlu adanya sinar matarhari yang cukup, namun tidak membutuhkan air dalam jumlah yang banyak. Pada dasarnya menanam bawang merah secara hidroponik sama dengan menanam sayuran lainnya. Untuk lebih jelasnya, yuk simak penjelasan bagaimana cara menanam bawang merah secara hidroponik berikut ini:

Persiapan Bahan dan Alat
  • Benih bawang merah
  • Pena
  • Pisau
  • Alas (talenan)
  • Rockwool
  • Bak semai

Cara Menanam Bawang Merah Hidroponik
  • Siapkan semua peralatan dan bahan
  • Potong sedikit saja pada ujung bawang merah yang akan ditanam, ini dilakukan untuk pertumbuhan tunas baru.
  • Setelah itu siapkan media semai, disini kita menggunakan rockwool. kemudian potong rockwool menjadi 8 bagian dengan ketebalan yang sama.
  • Jika sudah, letakkan dan tata dengan rapi rockwool di bak sema, lalu basahi rockwool dengan air biasa secukupnya.
  • Lubangi rockwool dengan pena atau benda tumpul.
  • Masukkan bawang yg sudah dipotong kedalam lubang

Catatan
Bawang merah yang bagus untuk ditanam yaitu yang sudah tua, mempunyai warna mengkilap, agak berat dan berumbi satu.

Perawatan
  • Sirami menggunaka air biasa sejak semai hingga hari ke-7
  • sirami nutrisi 2 hari sekali (dari hari ke 8 s/d panen), nutrisi bisa anda buat sendiri dengan mencampur larutan 1000-1200 ppm dengan 8 ml nutrisi a dan 8 ml nutrisi b, serta tambahkan 1 liter air ac (air Conditioning).

Pemindahan
Setelah hari ke-8, ketika bawang merah sudah memiliki tunas yang cukup tinggi kira-kra 10 cm, saatnya dipindahkan ke polibag atau dalam pot yang berisi sekam bakar dan cocopeat.
Saran

Kami sarankan, menanam bawang merah di polibag saja karena hasilnya akan jauh lebih banyak dari pada menggunakan netpot.

Panen
Setelah umur 2,5 bulan, sudah saatnya untuk dipanen, jika bawang merah anda sudah terlihap daunnya mulai lunglai, itu artinya sudah siap untuk dipanen.
Itulah informasi mengenain Panduan Lengkap Menanam Bawang Merah Secara Hidroponik, semoga informasi ini bermanfaat bagi sobat tani sekalian. Jangan lupa untuk membagikan informasi ini kepada sobat tani lainnya ya?. Terima kasih sudah berkunjung.[kabartani]

Cara Budidaya Sayuran Menggunakan Media Tanam Gedebog Pisang


TRUEBUSNEWS – Cara Budidaya Sayuran Menggunakan Media Tanam Gedebog Pisang, judul inilah yang akan kita bahas pada kesempatan kali ini. Pohon pisang tumbuh subur di Indonesia, hampir di setiap pelosok desa bisa anda jumpai pohon pisang ini. Pohon yang mempunyai nama latin Musa Paradisiaca ini bisa dimanfaatkan mulai dari akar hingga buahnya.

Tapi kebanyakan dari petani pisang hanya memanfaatkan buah dan daunnya saja, lalu pohon pisang (gedebog) hanya dibuang begitu saja tanpa dimanfaatkan. Selain bisa dimanfaatkan sebagai pupuk cair organik atau BOKASHI, ternyata batang pisang (gedebog) dapat di manfaatkan sebagai media tanam sayuran. Ada beberapa jenis sayuran yang bisa di tanam menggunakan media pohon pisang ini diantaranya yaitu cabe, terong, tomat, bayam, sawi, kangkung dan sejenisnya.

Disaat semakin berkurangnya lahan pertanian, kini limbah pohon pisang bisa menjadi alternatif media tanam yang bagus. Gedebog pisang memiliki beberapa keunggulan dibanding media lain, diantaranya mengandung banyak pati yang berfungsi sebagai sumber nutrisi tanaman dan juga mengandung mikroorganisme didalamnya yang akhirnya menjadi kompos.

Gedebog pisang juga memiliki senyawa penting seperti antrakuinon saponin dan flavonoid. Peran senyawa antrakuinon dpada tanaman yaitu untuk mendorong tumbuhnya rambut akar pada tanaman, yang berguna untuk membantu tanaman menyerap nutrisi.

Sedangkan gedebog pisang itu sendiri mengandung kadar air 80 %. Itulah yang membuat penggunaan gedebog pisang sebagai media tanam sayur sangat menjanjikan, untuk kadar glukosa tanaman pisang bisa mensuplai sendiri.

Lalu bagaimana cara menanam sayuran menggunakan media gedebog pisang ini? dan Apa saja yang harus disipakan?

Yang perlu anda siapkan yaitu:
  • Benih sayuran yang hendak anda tanam
  • Beberapa gedebog pisang (tergantung berapa banyak sayuran yang akan anda budidayakan).
  • Pupuk Bokashi atau bisa menggunakan pupuk kandang atau kompos.
  • Tanah
  • Kaleng bekas berdiameter kurang lebih 10 cm

Dalam budidaya sayuran menggunakan media tanam gedebog pisang, ada berbagai cara yang bisa anda gunakan, ada yang secara vertikal yaitu batang pisang diposisikan berdiri tegak, kemudian pada bagian sisi-sisinya dibuat lubang tanam.


Budidaya Sayuran Menggunakan Media Tanam Gedebog Pisang Secara VertikalBudidaya Sayuran Menggunakan Media Tanam Gedebog Pisang Secara Vertikal
Budidaya Sayuran Menggunakan Media Tanam Gedebog Pisang Secara Vertikal
Lalu ada juga secara horizontal, yaitu memanjang dengan meletakkan batang pisang secara horisontal, lalu pada bagian atasnya dilubangi dengan diameter kurang lebih 10 cm.

Saya akan memberikan tutorial menanam sayur media tanam gedebog pisang secara horizontal, karena secara horizontal mampu menampung sayuran lebih banyak dan lebih efisien.

Cara membuatnya yaitu :
  • Buat penyangga dari kayu, bambu atau besi terserah anda, ini digunakan untuk meletakkan gedebog pisang secara horizontal, selanjutnya,
  • Lubangi gedebog pisang dengan menggunakan kaleng bekas tadi yang berdiameter kurang lebih 10 cm. Tempatkan dengan jarak sekitar 15-20 cm. Satu gedebog pisang bisa anda buat dua jalur lubang.
  • Setelah lubang jadi, lanjutkan dengan pengisian tanah dan pupuk (bokashi, pupuk kandang, maupun pupuk kompos) dengan perbandingan 2 : 1 (2 untuk tanah dan 1 untuk pupuk) kedalam lubang gedebog pisang.
  • Setelah itu, diamkan selama 2 hingga 3 hari, setelah itu media siap digunakan untuk menanam benih sayur yang hendak anda budidayakan.
  • Untuk perawatan sayuran di media tanam gedebog pisang ini tidaklah sulit, anda cukup melakukan penyemprotan pupuk cair organik setiap 5 hari sekali dan diselingi dengan pengendalian hama, anda bisa menggunakan pestisida organik buatan sendiri, seperti Panduan Membuat Pestisida Nabati Dari Bawang Putih (Allium Sativum L)

Jika dilakukan secara baik dan tepat maka budidaya sayur organik menggunakan media gedebog pisang ini akan memberikan hasil yang maksimal. Teknik budidaya ini sangat sesuai untuk daerah yang kurang atau terbatas tempat maupun sumber airnya.

Nah, itulah ulasan tentang bagaimana cara menanam sayuran menggunakan media gedebog pisang. Semoga bermanfaat bagi sobat tani sekalian dan para pecinta budidaya sayuran organik di seluruh Indonesia. [kabartani]

Cara dan Tehnik Penanaman Pohon Pisang Dengan Metode Bonggol Terbalik


TRUEBUSNEWS – Cara dan Tehnik Penanaman Pohon Pisang Dengan Metode Bonggol Terbalik. Sobat cara menanam pohon pisang dengan sistem tanam terbalik sudah banyak diterapkan di Thailand. Penanaman dengan metode terbalik ini bukan berarti menanam dengan daun di bawah, akan tetapi hanya bonggolnya saja yang dibalik.

Penanaman dengan sistem ini memiliki beberapa keunggulan, salah satunya yaitu dari hasil satu bibit pisang bisa menghasilkan lebih dari satu pohon yang tumbuh, selain itu juga nantinya pisang tidak terlalu tinggi sudah bisa berbuah.

Untuk lebih jelasnya, saya akan membahas cara penanaman dengan metode ini, semoga dapat di pahami dan di jadikan referensi penanaman pohon pisang di negeri kita.

Berikut cara menanam tanaman pisang dengan metode terbalik:

Siapkan bonggol pisang yang akan dijadikan bibit,
Bonggol pisang dipotong dengan panjang 40-50 cm sampai bagian gedebog,

bonggol pisang bonggol pisang

Setelah itu, kita hilangkan akar yang ada di bonggol dan bersihkan bonggol pisang,
Kemudian kita menyiapkan tempat untuk penanaman bibit pisang tersebut dengan membuat lubang dengan diameter 100 cm dengan kedalaman 80 cm,
Setelah lubang selesai digali, masukan bonggol pisang tersebut kedalam  lubang,

Bonggol Pisang Budidaya Pisang Terbalik

Tutup bibit pisang dengan tanah galian tadi sampai bibit terpendam,
Pada bagian atas tutupi dengan merang fungsi ini bisa sebagai pupuk alami bagi tanaman pisang,
Tunggu sampai 3 bulan tanaman pisang akan mulai tumbuh beberapa tunas baru.

Menanam Pisang Bonggol Terbalik

Hasil penanaman pisang dengan sistem bonggol terbalik ini akan meghasilkan pohon pisang yang tidak terlalu tinggi dan pohon yang tumbuh akan lebih banyak, sehingga kita tidak terlalu membutukkan bongol pisang yang banyak untuk menanam pisang.

Demikianlah informasi mengenai Cara dan Tehnik Penanaman Pohon Pisang Dengan Metode Bonggol Terbalik. Semoga bermanfaat bagi sobat tani sekalian.[kabartani]

Perjuangan Seorang Petani Transmigran Berhasil Budidayakan Pepaya California di Lahan Gambut


TRUEBUSNEWS – Seorang petani transmigrasi yang bernama Slamet yang di anggap sudah gila oleh tetangganya, karena membuka lahan lahan gambut yang tandus dan di anggap tidak mungkin akan ada tanda-tanda kehidupan untuk dipakai lahan pertanian yang letaknya ditengah belantara Kereng Bengkirai, Kecamatan Sebangau, Kodya Palangka Raya.

Lahan gambut Kereng Bengkirai merupakan kawasan lahan gambut sangat luas dengan ketebalan yang beragam terletak pada Daerah Aliran Saluran Sungai Sebangau, namun terbengkalai setelah dibuka melalui Proyek Pengembangan Lahan Gambut (PLG) Sejuta Hektar tahun 1995-1999. Proyek yang dulu penuh liku-liku dan kecaman hingga dihentikan pada tahun 1999.

Lahan gambut yang terbengkalai ini dimata seorang Slamet menjadi tantangan sekaligus harapan untuk meraih kesejahteraan. Sebagai seorang trans dari wilayah asal Tulung Agung (Jawa Timur) pada awalnya mendapatkan lokasi di daerah Pangkoh IV (sekarang Desa Tahai) pada tahun 1980 karena merasa tidak ada harapan di lokasi Pangkoh yang juga sebetulnya termasuk lahan gambut dalam (tebal >3 m) yang kurang menjadikan –sebagian tarns direloaksi ke tempat lain, tetapi seorang Slamet mencari daerah lain dan jatuh hati akhirnya pada daerah Kereng Bengkirai.

Harga lahan gambut tersebut kemudian dibeli dari kocek sendiri sekitar 18 juta pada tahun 2000. Dari lahan gambut seluas 2 hektar tersebut sejak itu mulai dibuka dengan membuat jalan setapak dan saluran drainase terbatas dan sebuah rumah gubuk untuk istirahat.

Pada tahun 2011 mulailah oleh pak Slamat dilakukan penataan lahan dengan tenaga keluarga secara bertahap untuk mulai ditanami dengan pepaya lokal dan papaya merah delima (California ) yang diberi oleh Dinas Pertanian Kalimantan Tengah.

Pada tahun 2014 mulailah terlihat hasil dari pertumbuhan tanaman yang menunjukkan prospek. Sebagai petani maju pak Slamet juga memanfaatkan lahan gambut untuk tanaman bawang merah, cabai rawit, kelengkeng dan tanaman lain secara tumpang-sari.

Pada tanggal 9 Januari 2012, panen perdana bawang merah di lahan gambut Kereng Bengkirai dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Tengah – Ir. Ahmad Diran dan Staf Ahli Menteri Pertanian – Ir. Mukti Sarjono, MS. dan Jajaran eselon 2 dan 3 dari Kementerian Pertanian.

Pada hari Selasa tanggal 7 Maret 2017 yang lalu Tim Gambut Balittra bersama dengan Kepala Balittra dan Ketua Program Balittra melakukan kunjungan ke lokasi lahan gambut Kereng Bengkirai. Sekarang sekitar 2 hektar lahan pak Slamet telah tertanami sekitar 3000 pohon pepaya California berumur antara 2-4 tahun.
Hasil yang diperoleh dari papaya ini berkisar 2,5-3,0 kuintal per hari dengan harga rata-rata Rp. 4 ribu/kg sehingga diperoleh hasil sekitar Rp. 1,0 juta sampai Rp. 1,2 juta. Menurut perhitungan Kepala Balittra Dr. Ir. Herman Subagio, MS. apabila dipotong dengan biaya sekitar Rp. 200 ribu, maka hasil bersih dari pepaya sekitar Rp. 1,0 juta per hari.

Pendapatan pak Slamet tidak hanya pepaya, juga cabai rawit jenis Mahameru yang sekarang ditanam disela-sela pepaya. Panen cabai sekarang 2 kuintal setiap 10 hari dengan harga Rp. 50 ribu/kg sehingga diperoleh sekitar Rp. 10 juta per 10 hari atau Rp. 1,0 juta per hari.

Selain itu masih ada 100 pohon kelengkeng. Berkat hasil dari lahan gambut ini, pak Slamet berhasil membiayai sekolah putra dan putrinya ke Universitas Palangka Raya (UPR) sebagai Sarjana Olah Raga dan Sarjana Pertanian. [kabartani]